“Kapan aku meninggalkan kegelapan ini?” Pertanyaan sekaligus membuka lembaran hidup yang baru saat merasakan luka yang diberikan dunia pada kita. Namun, bukan berarti pertanyaan ini tidaklah mempunyai jawaban. Setiap orang pernah berjalan dalam kegelapan—sunyi, melelahkan, dan penuh luka. Ada masa ketika dunia terasa tak peduli, seolah kita hanyalah daun yang gugur dan terlupakan tak lagi dianggap. Namun di tengah pekatnya gelap, selalu ada sesuatu yang menahan kita untuk tetap bertahan: setitik cahaya kecil yang terus menemani dan menyinari saat kegelapan terus menghampiri. Meski tidak terlihat, namun ia terus tumbuh mekar bagaikan bunga kehidupan. Seolah berkata, ‘harapan itu masih ada, jangan menyerah. Aku ada di sini, selalu berada di sisimu.”